CEO The Recording Academy, Harvey Mason Jr., tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai megabintang K-Pop, BTS, mengumumkan keputusan resmi untuk tidak mendaftarkan karya mereka pada gelaran Grammy Awards tahun ini.
Laporan terbaru dari The Hollywood Reporter dan JTBC menyebutkan bahwa Recording Academy kini tengah mengevaluasi ulang keberadaan kategori baru, Best Asian Pop Performance.
Langkah ini dinilai berbagai pihak sebagai bentuk “penyerahan diri” atau kompromi dari pihak Grammy menyusul aksi boikot yang dilayangkan oleh RM dan kawan-kawan.
Penyebab utama dari aksi protes ini adalah peluncuran kategori Best Asian Pop Performance pada awal Juni lalu. Kehadiran kategori ini justru memicu kritik tajam karena dinilai meminggirkan karya musisi Asia dari kategori utama (mainfield).
Regulasi Grammy menyebutkan bahwa sebuah lagu yang sudah didaftarkan di kategori Best Asian Pop Performance otomatis tidak bisa bersaing di kategori umum seperti Best Pop Duo/Group Performance. Hal inilah yang memicu penolakan keras dari BTS dan para penggemarnya.
Melansir Billboard, Harvey Mason Jr. beserta jajaran petinggi Grammy dilaporkan telah menggelar serangkaian pertemuan darurat dengan para pelaku industri musik Asia, termasuk perwakilan K-Pop, J-Pop, C-Pop, hingga musik India. Manajemen BTS, HYBE, turut hadir dalam diskusi tersebut.
“Lewat berbagai diskusi, kami memahami bahwa beberapa artis merasa kategori ini belum merepresentasikan musik mereka sesuai dengan apa yang mereka harapkan,” ujar Harvey Mason Jr.
Meski diskusi maraton terus dilakukan menjelang tenggat waktu pendaftaran, hingga saat ini Recording Academy belum mencabut kategori tersebut maupun merilis aturan baru secara resmi.
Penolakan BTS dan Solusi yang Terlambat
Sikap tegas BTS sendiri diumumkan pada 29 Juli lalu. Melalui kanal berita Hankookilbo dan unggahan di media sosial pribadi masing-masing member, BTS menegaskan keinginan agar karya musik mereka dinilai murni atas kualitasnya, tanpa harus dikotak-kotakkan berdasarkan wilayah geografis maupun bahasa.
Keputusan berani BTS ini mendongkrak diskusi hangat di industri musik global.
CEO Grammy mengaku prihatin dan menghormati keputusan BTS, sembari mengklaim bahwa pendaftaran di kategori khusus sebenarnya tidak membatasi peluang masuk ke kategori utama.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Pengamat musik Korea Selatan, Lim Hee Yun, menilai sangat kecil kemungkinan bagi BTS untuk mengubah keputusan mereka di menit-menit terakhir sebelum tenggat pendaftaran ditutup.
“Sangat sulit bagi Grammy untuk mengubah kriteria atau menghapus kategori tersebut secara mendadak hanya dalam hitungan hari. Banyak artis dari negara Asia lain yang mungkin sudah mengumpulkan karya mereka,” ujar Lim kepada The Korea Herald.
Hingga saat ini, pihak Big Hit Music maupun HYBE masih enggan memberikan komentar resmi terkait apakah pergerakan terbaru dari Recording Academy ini akan mengubah keputusan BTS.
Kecuali jika pihak Grammy melakukan perombakan total secara drastis dalam beberapa hari ke depan, dapat dipastikan bahwa panggung Grammy tahun ini akan melenggang tanpa kehadiran karya dari boyband terbesar di dunia tersebut.