Juara bertahan Serie A, Inter Milan, mengawali kampanye mempertahankan gelar dengan catatan manis usai melibas tim promosi Monza dengan skor telak 4-1 di Giuseppe Meazza, Minggu (23/8/2026) dini hari WIB.
Gol-gol kemenangan I Nerazzurri dilesakkan oleh Hakan Calhanoglu, Piotr Zielinski, Pio Esposito, serta Yann Bisseck. Sementara Monza sempat memberikan perlawanan dan memperkecil kedudukan lewat aksi Gustavo Varela.
Meski menang mencolok, pelatih anyar Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui anak asuhnya sempat tampil canggung di babak pertama sebelum akhirnya menemukan bentuk permainan terbaik usai jeda.
Sempat Canggung di Babak Pertama
Kejutan dari Monza yang menyamakan kedudukan pada pertengahan babak pertama sempat membuat publik San Siro tegang. Chivu menyebut momen tersebut terjadi lantaran timnya masih beradaptasi dengan ritme kompetisi resmi.
“Kami harus memberikan kredit kepada Monza yang berhasil menyulitkan kami. Kami mencoba mengikuti rencana permainan, namun tak ditampik ada sedikit ‘karat’ yang harus dibuang,” ujar Chivu kepada DAZN.
“Kami menemukan alur permainan yang lebih cair di babak kedua berkat gol cepat di awal, yang menjadi kunci pembuka jalan kami,” tambahnya.
Chivu juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya, terutama mereka yang baru selesai membela negara masing-masing di ajang Piala Dunia, lantaran bersedia memotong masa libur demi langsung bergabung dengan tim.
Kondisi Thuram dan Pasang Surut Lautaro Martinez
Dalam kesempatan yang sama, mantan bek Inter tersebut turut membeberkan kondisi penyerang Marcus Thuram yang absen pada laga ini. Thuram dipastikan masih dalam proses pemulihan cedera ringan yang didapatnya saat berlaga di Piala Dunia.
“Dia terus bersiap. Kita tahu dia ada sedikit kendala dari Piala Dunia. Dia pria yang cerdas dan kami bekerja keras agar dia kembali ke kondisi 100 persen,” jelas Chivu.
Selain Thuram, Chivu mengulas situasi sang kapten Lautaro Martinez yang tengah menjadi sorotan pasca-hasil mengecewakan di Piala Dunia bersama Argentina, sekaligus rumitnya terpaan isu transfer yang mengaitkannya dengan Barcelona.
“Seorang pelatih harus memahami sisi kemanusiaan pemainnya terlebih dahulu. Saya selalu berusaha membantu, meski Lautaro sebenarnya tidak butuh bantuan saya—dia adalah bagian dari sejarah Inter dan sosok pria yang luar biasa,” pungkasnya.