Juventus membuka Serie A 2026/2027 dengan kemenangan 1-0 atas Frosinone di Stadio Benito Stirpe, Minggu 23 Agustus 2026. Gleison Bremer menjadi penentu lewat sundulan pada menit ke-22 setelah menerima umpan silang Francisco Conceicao.
Kemenangan itu memberi tiga poin penting bagi Juventus, tetapi skor tipis tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi mereka sepanjang pertandingan. Tim asuhan Luciano Spalletti menguasai 63 persen bola, melepaskan 20 tembakan, dan mencatat 46 sentuhan di kotak penalti lawan.
Football Italia melansir Juventus menghasilkan expected goals atau xG sebesar 1,99, sementara Frosinone hanya 0,44. Masalahnya, dominasi tersebut cuma menghasilkan satu gol sehingga tim promosi tetap memiliki peluang menyamakan kedudukan sampai detik-detik terakhir.
Bremer bahkan sudah mengancam sebelum golnya tercipta ketika sundulannya dari umpan Douglas Luiz hanya melebar tipis pada menit ke-17. Lima menit kemudian, bek Brasil itu memperbaiki peluangnya dengan menanduk umpan Conceicao melewati Lorenzo Palmisani.
Juventus seharusnya mampu memperbesar keunggulan sebelum turun minum karena Pierre Kalulu menghantam tiang dan Kenan Yildiz memaksa Palmisani melakukan penyelamatan bagus. Kolo Muani juga memperoleh beberapa kesempatan, tetapi ketajamannya belum muncul pada laga pembuka tersebut.
Situasi tidak banyak berubah setelah jeda karena Juventus tetap menciptakan ruang dan peluang melalui sisi kanan yang ditempati Conceicao. Winger Portugal itu memperoleh kesempatan emas pada menit ke-52, tetapi penyelesaiannya justru melambung ketika berhadapan dalam posisi sangat menjanjikan.
Conceicao tetap menjadi salah satu sumber kreativitas utama karena assist-nya menghasilkan gol kemenangan dan pergerakannya berkali-kali merepotkan pertahanan Frosinone. Namun, penampilannya memperlihatkan kontras antara kemampuan menciptakan bahaya dan kualitas penyelesaian akhir yang masih belum stabil.
Masuknya Edon Zhegrova pada menit ke-69 memberi energi baru bagi Juventus, terutama melalui kemampuan menggiring bola dan keluar dari tekanan. Calciomercato memberinya nilai 6,5, lebih tinggi dibanding Conceicao yang mendapat nilai 6 karena beberapa peluangnya terbuang.
Masalah Juventus justru terlihat paling jelas pada posisi penyerang tengah karena Kolo Muani hanya mendapat nilai 6. Ia bekerja keras dan terlibat dalam kombinasi, tetapi gagal memaksimalkan peluang besar, termasuk kesempatan sangat dekat dengan gawang pada fase akhir pertandingan.
Kenan Yildiz juga belum mencapai level terbaiknya dan hanya memperoleh rating 5,5 setelah menjalani pertandingan yang naik turun. Ia sempat memaksa Palmisani melakukan penyelamatan setelah tembakan Kalulu mengenai tiang, tetapi pengaruhnya menghilang pada babak kedua.
Di lini tengah, Weston McKennie mendapat nilai 6,5 berkat energi dan kontribusi besarnya dalam menjaga intensitas permainan Juventus. Douglas Luiz juga memperoleh angka sama karena pergerakan, kualitas teknik, serta kontribusinya dalam membangun serangan dan memutus permainan lawan.
Manuel Locatelli mendapat nilai 6 karena menjalankan peran taktis dengan disiplin dan menjaga keseimbangan antar lini. Meski demikian, tekanan Frosinone pada akhir pertandingan memperlihatkan bahwa Juventus masih belum sepenuhnya mampu mengontrol tempo ketika keunggulan hanya satu gol.
Di sektor pertahanan, Bremer menjadi pemain terbaik dengan rating 7 setelah mencetak gol sekaligus memimpin barisan belakang Juventus. Kalulu menyusul dengan nilai 6,5, sementara Lloyd Kelly dan Zeki Celik masing-masing memperoleh nilai 6 dalam penilaian pertandingan.
Guglielmo Vicario juga mendapat nilai 6 pada debut Serie A bersama Juventus setelah menggagalkan upaya Bracaglia dan Fini. Distribusi panjangnya dinilai belum selalu akurat, sementara kram pada penghujung pertandingan memaksanya digantikan Mattia Perin pada menit ke-91.
Frosinone memasuki pertandingan tanpa Fares Ghedjemis karena situasi transfer yang masih berlangsung, tetapi kondisi itu tidak membuat tuan rumah kehilangan daya juang. Mereka bertahan rapat, menunggu kesalahan lawan, lalu semakin berani menyerang pada fase akhir laga.
Frosinone tetap layak mendapat apresiasi karena tidak menyerah meskipun lebih banyak bertahan dan kalah dalam penguasaan bola. Gabriele Calvani menjadi pemain terbaik tuan rumah dengan nilai 6,5 serta nyaris menyamakan skor lewat sundulan yang menghantam mistar pada masa tambahan waktu.
Palmisani juga berperan besar menjaga Frosinone tetap hidup dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk saat menghadapi Yildiz. Kiper tersebut mendapat nilai 6, sedangkan Kvernadze dan Raimondo juga memperoleh angka serupa karena tetap memberi perlawanan di tengah tekanan Juventus.
Pelatih Massimiliano Alvini memperoleh nilai 6 setelah perubahan pemainnya membantu Frosinone meningkatkan tekanan pada fase akhir pertandingan. Zerbin dan Hasa yang masuk sebagai pengganti sama-sama mendapat nilai 6, sedangkan Juventus mulai kehilangan kontrol setelah sejumlah pergantian.
Luciano Spalletti sendiri mendapat rating 6 karena berhasil membawa Juventus pulang dengan tiga poin, tetapi performa tim belum meyakinkan. Seusai laga, ia mengakui ruang untuk mencetak gol sebenarnya tersedia dan timnya tidak memanfaatkannya dengan cukup baik. (Juventus.com)
Bremer juga menilai Juventus seharusnya mampu mengakhiri pertandingan lebih cepat, terutama pada babak pertama ketika peluang berdatangan. Pernyataan itu mempertegas masalah terbesar Bianconeri pada laga pembuka, yakni volume serangan tinggi yang belum sejalan dengan tingkat efektivitas. (Juventus.com)
Dengan 20 tembakan dan xG 1,99, satu gol jelas menjadi hasil yang terlalu kecil bagi Juventus jika ingin bersaing di papan atas. Namun, kemampuan meraih kemenangan ketika lini serang belum tajam tetap menjadi modal penting pada awal musim yang panjang.
Skor 1-0 atas Frosinone akhirnya menghadirkan dua pesan sekaligus bagi Juventus: tiga poin berhasil diamankan, tetapi pekerjaan rumah masih besar. Bremer menjadi penyelamat, sementara Spalletti perlu memastikan dominasi berikutnya tidak lagi berubah menjadi pertandingan yang menegangkan hingga akhir.
Rating Lengkap Frosinone vs Juventus
Berikut rating pemain berdasarkan bahan pertandingan yang menjadi dasar analisis ini, termasuk penilaian pemain pengganti dan pelatih kedua tim. Sumber mencatat Bremer sebagai pemain dengan nilai tertinggi Juventus, sementara Calvani menjadi pemain paling menonjol di kubu tuan rumah.
|
Frosinone |
Rating |
Catatan |
|
Palmisani |
6 |
Beberapa penyelamatan penting, tak bisa disalahkan atas gol |
|
Cittadini |
5,5 |
Bertahan cukup baik, tetapi terus berada di bawah tekanan |
|
Calvani |
6,5 |
Tekel krusial dan sundulan membentur mistar |
|
Monterisi |
6 |
Kuat di udara, distribusi bola masih kurang |
|
Oyono |
5,5 |
Kesulitan menghadapi Boga |
|
Bracaglia |
5,5 |
Dipaksa bekerja keras menghadapi Conceicao |
|
Terzic |
5 |
Sedikit memberi pengaruh |
|
Fini |
5,5 |
Aktif membantu serangan dan memaksa Vicario menyelamatkan bola |
|
Zerbin |
6 |
Memberikan energi dari bangku cadangan |
|
Calò |
5,5 |
Lebih banyak bekerja untuk menahan dominasi lawan |
|
Cichella |
5,5 |
Kontribusi pembangunan serangan terbatas |
|
Hasa |
6 |
Langsung memberi dorongan setelah masuk |
|
Schmid |
5 |
Sulit berkembang di antara lini tengah dan pertahanan lawan |
|
Masini |
N/A |
Waktu bermain tidak cukup untuk dinilai |
|
Raimondo |
6 |
Berusaha menggunakan kekuatan fisik menghadapi bek lawan |
|
Kvernadze |
6 |
Aktif menggiring dan beberapa kali mengancam |
|
Massimiliano Alvini |
6 |
Pergantian pemain membuat Frosinone lebih berbahaya |
|
Juventus |
Rating |
Catatan |
|
Vicario |
6 |
Melakukan penyelamatan penting, distribusi panjang belum konsisten |
|
Perin |
N/A |
Masuk pada masa tambahan waktu |
|
Kalulu |
6,5 |
Solid di kanan dan sempat menghantam tiang |
|
Bremer |
7 |
Gol kemenangan dan dominan di pertahanan |
|
Kelly |
6 |
Umumnya tenang meski sempat melakukan kesalahan |
|
Celik |
6 |
Sangat aktif membantu serangan |
|
Cambiaso |
5,5 |
Mendapat kartu dan melakukan kesalahan penguasaan bola |
|
Locatelli |
6 |
Menjaga keseimbangan permainan |
|
Douglas Luiz |
6,5 |
Aktif dalam build-up dan perebutan bola |
|
Koopmeiners |
5,5 |
Dampaknya masih terbatas setelah masuk |
|
Conceicao |
6 |
Membuat assist, tetapi membuang peluang besar |
|
Zhegrova |
6,5 |
Dribel dan pergerakannya memberi dampak positif |
|
McKennie |
6,5 |
Enerjik dan hadir hampir di seluruh area |
|
Yildiz |
5,5 |
Membaik setelah awal buruk, tetapi menghilang pada babak kedua |
|
Boga |
6 |
Memberi kesegaran di sisi kiri |
|
Kolo Muani |
6 |
Banyak bergerak, tetapi penyelesaian akhirnya mengecewakan |
|
Luciano Spalletti |
6 |
Menang, tetapi tim gagal mematikan pertandingan |
Fakta Pertandingan
|
Data |
Keterangan |
|
Pertandingan |
Frosinone 0-1 Juventus |
|
Kompetisi |
Serie A 2026/2027, pekan pertama |
|
Tanggal |
23 Agustus 2026 |
|
Stadion |
Stadio Benito Stirpe |
|
Gol |
Bremer 22′ |
|
Assist |
Francisco Conceicao |
|
Penguasaan bola Juventus |
63 persen |
|
Tembakan Juventus |
20 |
|
Sentuhan Juventus di kotak penalti |
46 |
|
xG Juventus |
1,99 |
|
xG Frosinone |
0,44 |
|
Pelatih Frosinone |
Massimiliano Alvini |
|
Pelatih Juventus |
Luciano Spalletti |
|
Wasit |
Ayroldi |
|
Kartu kuning |
Schmid, Celik, Cambiaso, Calvani |
Susunan awal Juventus menggunakan pola 4-2-3-1 dengan Vicario; Kalulu, Bremer, Kelly, Celik; Locatelli, Douglas Luiz; Conceicao, McKennie, Yildiz; serta Kolo Muani. Frosinone menurunkan Palmisani; Cittadini, Calvani, Monterisi, Bracaglia; Fini, Calò, Cichella; Schmid, Raimondo, dan Kvernadze.